Dan Kambing pun Ikut Tersenyum

Jumat, 11 November 2011
Aku bangga pada diriku sendiri, ah akhirnya :), selama ini walaupun aku berusaha untuk tidak serakah atas yang namanya materi. Hal itu ternyata hanya berlaku pada milik orang lain sedangkan jika materi milik ku maka aku akan menghitungnya dengan seksama. Bukan berarti aku tidak menyisihkan penghasilanku untuk melaksanakan kewajiban 2.5% lebih bahkan tapi itu tidak penting untuk diceritakan. Investasi dan asuransi sudah aku pelajari, jalani dan miliki walaupun sedikit-sedikit lumayan untuk masa depan anak. Namun semuanya terasa semakin berat dan terus terasa kurang, rasa tidak puas, rasa tertekan yang mendera dan sampai akhirnya hari itu tiba. Yak Hari Raya Idul Adha.... aku tidak punya uang untuk membeli 1 ekor kambing pun!! ingatanku menerawang luas mengingat hal-hal materi yang telah aku kumpulkan selama ini, baik yang di cicil ataupun autodebet setiap bulan nya. ah buat apa semua itu. Semua yang telah ku kumpulkan terasa sangat kecil, saat ini aku ingin ikut merayakan Hari Raya Idul Adha dengan memotong seekor kambing. kenapa selalu pada saat Hari Raya ini aku selalu tidak memiliki uang. 

Aku pun berpikir keras adakah maksud dari sang Khalik yang tak ku mengerti?? aku sangat menginginkannya karena tahun-tahun sebelumnya aku tidak berqurban dengan alasan yang sama, hanya suamiku saja yang melakukan qurban tapi kan aku juga bekerja mendapatkan penghasilan dan mampu untuk berinvestasi, bukan kah aku juga seharusnya mempunyai kewajiban yang sama? hingga pada hari "H" kami sekeluarga pergi ke rumah mertua untuk melihat pemotongan qurban atas nama anak ku. Ah rasa ini semakin tidak bisa ku tahan lagi tapi sekali lagi sungguh-sungguh aku tidak memiliki uang yang cukup di tabungan ku. Aku berpikir dengan keras, aku bisa mencicil emas, kenapa tidak mencicil kambing??? bagaimana caranya? satu-satu nya yang terlintas di kepalaku adalah simpanan dinar ku. yap dinar yang selalu aku simpan dan sayang-sayang :D dan selalu aku pantau perkembangannya. Hal ini yang aku pikirkan juga sebelum hari "H" bagaimana supaya aku tidak kehilangan dinarku dan tetap bisa berqurban. GADAI yah itu yang terlintas di kepalaku tetapi dinar itu masih tersimpan di tempatnya dan aku harus ke daerah Depok untuk mengambilnya sedangkan aku tidak mempunyai bayangan jelas di mana tempatnya. rasa letih menanggani acara di kantor dan di rumah membuat semua hal itu tertunda dan akhirnya sudah pada hari "H" nya dan aku tak memiliki seekor kambing untuk di qurban kan :((. 

Hari Tasrik hanya 3 hari dan itu membuatku semakin terpacu untuk berpikir bagaimana caranya. Sepanjang jalan ke kantor pada hari senin lalu, mataku selalu tertuju kepada banner-banner mengenai qurban, sekilas terbaca qurban kambing Rp.1.200.000,-- dan hari Senin merupakan hari pertama dan aku tidak ingin kehilangan kesempatan berqurban tahun ini. Aku merasa lelah dan rasanya tidak mungkin aku ke Depok dan mengambil dinar tersebut. Aku kembali membolak balik membuka M-Dinar dan menghitungnya dan kebetulan saat itu harga emas sedang mulai merangkak naik, sambil browsing situs yang menawarkan bantuan untuk berqurban, aku teringat sepertinya mama ku tidak pernah berqurban dan aku bingung antara berqurban atas nama mama ku atau aku sedangkan aku pun sangat menginginkannya. Setelah berdebat antara keinginanku dan kebutuhan yang bisa kupenuhi dengan menjual dinar tersebut akhirnya ku putuskan untuk menghabiskan nya untuk membeli qurban untuk mama dan aku. 

Dan akhirnya aku melakukan eksekusi menjual dinar ku yang bahkan sudah tidak mencapai 1 dinar karena sudah ku ambil untuk keperluan-keperluan yang darurat pada waktu lalu. Entah kenapa aku melakukan pencairan dengan cara yang tidak biasa aku lakukan yaitu dengan memindahkannya kedalam bentuk rupiah tapi langsung dengan jumlah dinar yang aku miliki dengan memberikan remarks agar di pindahkan ke dalam bentuk rupiah dan kemudian baru di transfer ke rekeningku. Aku menunggu dan menunggu beberapa jam telah berlalu namun uangku belum juga masuk ke rekeningku dan aku cemas karena aku bisa kehabisan waktu membeli qurban tersebut. Aku menelpon, sms dan email untuk konfirmasi pencairan dinar ku tersebut namun tak satupun yang berhasil. ternyata mereka hari senin masih dalam suasana libur hiks ;((. Tapi hari Senin lalu aku merasa bangga dengan pencapaianku dalam mengalahkan diri sendiri dengan tidak menjadikan materi sebagai sesuatu hal yang di beratkan :D walaupun ada hal-hal yang masih tertunda.

Hari selasa, aku kembali menunggu ketar-ketir dana ku belum di transfer juga dan ini hari ke 2 tasyrik dan besoknya adalah terakhir. Harga emas semakin melambung, akhirnya aku menelpon kembali dan mereka mengatakan akan di proses aku menunggu hingga agak sore. Sambil melihat-lihat pilihan dari beberapa website yang menawarkan membantu untuk berqurban aku memutuskan menggunakan PKPU 1 bulu satu kebaikan, kata-kata ini juga yang selalu teringat di kepala ah 1 bulu satu kebaikan kalau satu kambing berarti banyak ya kebaikan nya ha..ha..ha.. ngitung bulu kambing deh. Selain itu juga website ini yang menawarkan harga yang ngepas banget sama hasil penjualan dinar dan sisa uang di rekening tabungan ha...ha..ha.. Akhirnya sampai juga uang hasil penjualan dinar ke rekening dan ternyata yang di berlakukan harga jual dinar pada saat ini dan karena sedang naik alhamdulillah jadilah 1/7 sapi untuk mama dan  1 kambing untuk ku :)) Alhamdulillah bisa tersenyum puass :D

Ada yang bilang tidak akan pernah rugi berbisnis dengan Allah SWT tapi aku tidak ingin berbisnis dengan Nya :). Aku hanya ingin mematuhinya (di hati) dan mengikutinya(melaksanakannya). Semoga tahun depan bisa kuberikan yang lebih baik lagi :)) hatiku merasa tenang :))

dan

  KAMBING pun ikut TERSENYUM